The New Game of Mudvayne

Mudvayne adalah grup metal yang terdiri dari empat orang, terbentuk tahun 1996. Grup ini menuai sukses dan mendapat cukup perhatian dengan keluarnya album perdana bertitel L.D 50 dengan singel Dig, Death Blooms,dan Nothing to Gein. Dan penampilan merekapun cukup mencolok dengan memakai make-up menutupi wajah mereka, kemudian ciri ini ditinggalkan dan merekapun percaya diri menampakkan penampilan asli mereka.

 

Pada November 2008, grup ini merilis album kelima mereka berjudul The New Game, yang oleh Dave Fortman (produser) disebutkan bahwa album ini akan disukai oleh pendengar Mudvayne. Band ini pun lebih berasa rock daripada album album awal yang lebih cendrung metal ditingkahi sesekali repetan Chad Gray (vokalis). Di album ini, Chad terkadang lebih sering “bernyanyi” daripada sekedar berteriak-teriak. Dan permainan gitar Greg Tribbett pun disini lebih terdengar variatif. Di seksi bass (Ryan Martinie) dan drum (Matt McDonough) cendrung memainkan pola yang sama seperti album terdahulu, cabikan bass yang cendrung funk dan hentakan dobel kick.

 

The New Game dimulai dengan menarik pada lagu Fish Out Of Water, dimana cabikan bass Ryan dan kocokan gitar Greg saling isi dan bersahutan. Polanya adalah lagu ini pelan diawal dan keras dibagian reffrain. Penempatan lagu yang tepat sebagai awal yang baik. Pola ini kembali diulang pada singel pertama dari album ini, Do What You Do, yang menurut penulis sangat layak menjadi singel pertama. Mudvayne pun menurunkan tempo pada lagu kelima, A Cinderella Story. Dan album ini ditutup dengan lagu bertenaga, We the People.

Secara keseluruhan, Mudvayne telah menurunkan tempo dalam bermain musik. Ini terasa pada album ini. Beberapa lagu bertempo mid dan slow. Awal kejenuhan? Ataukah Mudvayne sudah merasa begitu “dewasa” mengingat bertambahnya usia para personilnya, sehingga mereka bermain lebih pelan? Atau bisa jadi Mudvayne ingin memperluas ruang lingkup pendengarnya dengan kesadaran terdapat perubahan pola dari musik mereka, dari metal menuju akar rock.

 

Terlepas dari itu, bagi penggemar Mudvayne, album ini memang masih terdapat beberapa lagu yang bisa memuaskan dahaga mereka. Dan bagi pendengar baru pun akan “wellcome” dengan album ini.

the new game 

Untuk rating, penulis memberi 3 dari 5 bintang (3/5 stars).

 

Tracklist:

   1. “Fish Out of Water

   2. “Do What You Do”

   3. “A New Game”

   4. “Have It Your Way”

   5. “A Cinderella Story”

   6. “The Hate in Me”

   7. “Scarlet Letters”

   8. “Dull Boy”

   9. “Same Ol’” 9

  10. “Never Enough”

  11. “We the People”

 

Personil :

    * Chad Gray − vocals

    * Greg Tribbett − guitars, backing vocals

    * Ryan Martinie − bass

    * Matthew McDonough − drums

Soulfly Conquer

soulflyartSoulfy – Conquer (2008)

Entah kenapa saya terlalu telat membahas album terbaru band metal ini. Padahal saya sudah mendapatkan material album ini sudah cukup lama (Juli 2008). Apalagi band ini merupakan salah satu band favorit saya (dari nama band inilah nama email penulis ditetapkan). Saya awalnya adalah penggemar Sepultura ketika masih bersama Max Cavalera (vokal, gitar). Tapi ketika Max cabut, saya hanya mengikuti album Sepultura setelah Roots hanya pada album “Nations”.

Baiklah, awalnya saya mengetahui mengenai Soulfly pada album kedua mereka yang berjudul “Primitive” yang saya pikir merupakan proyek solo dari seorang Max Cavalera untuk “mengisi waktu luang”nya setelah cabut dari Sepultura. Ini bisa dilihat dari banyaknya musisi-musisi yang memberi kontribusi mulai dari album pertama, walaupun akhirnya mulai stabil sejak album “Dark Ages”(2005) sebagai “full team” band. Max pun pernah menjelaskan bahwa ia menginginkan menggunakan musisi yang berbeda disetiap album. Terakhir Soulfly digawangi oleh Max (Vokal, gitar), Marc Rizzo (gitar), Bobby Burns (bass) dan Joe Nunez (drums). Primitive yang menurut saya sangat menarik dari seorang Max Cavalera adalah perubahan dari core music nya dari metal ke berbagai campuran musik yang disisipi sampling, programming, dan world music. Selanjutnya tak putus saya memiliki material Soulfly setelahnya mulai dari “3”(2002), “Prophecy”(2004), “Dark Ages”(2005) dan terakhir Conquer (2008). Dan Soulfly pun tampaknya mulai kembali ke core music dijaman Max bersama Sepultura merekam Roots. Mungkin ini pengaruh mulai stabilnya formasi band ini sejak tahun 2005.

Album Conquer dibuka dengan awal yang menarik, Blood,Fire,War,Hate,yang seakan menegaskan kembalinya Max ke musik asalnya (thrash metal). Saya berpikir bahwa beruntung Max mempunyai teman band semacam Marc Rizzo (mantan Ill Nino), riff-riff gitar orang ini dahsyat ditambah lagi pengaruh musik latin dari gaya permainan Marc memberi nuansa tersendiri pada musik Soulfly. Selanjutnya pendengar tak dibiarkan tenang berlama-lama, Unleash-pun mengebrak telinga dan membuat kita masih ber-head banging. Di lagu ini, Max saling bersahut-sahutan secara sangar dengan David Peters dan saat diklimaks, tempo tiba-tiba menjadi tenang sesaat sebelum digempur lagi dengan beat-beat yang menghentak. Sungguh lagu yang menarik. Dan beberapa lagu yang menarik dialbum ini diantaranya Enemy Ghost dan Touching the Void. Dan tak lupa, Soulfly selalu menyisipkan lagu instrumental disetiap albumnya yang diberi deret angka dimulai dari album pertama, sekarang berjudul Soulfly VI. Secara umum, sebelas lagu dalam album ini penulis rating dengan 3.25/5 bintang (3.25 of 5 stars). Mungkin penulis terlalu antusias memberi nilai bisa dibilang demikian. Tapi bagi penggemar Soulfly dan thrash metal tak akan kecewa dengan album ini.

Track list:

- Blood,Fire,War,Hate

- Unleash

-Paranoia

-Warmageddon

- Enemy Ghost

- Rough

- Fall of Cycophants

- Doom

- For Those About to Rot

- Touching the Void

- Soulfly VI

Sumber : wikipedia.org dan lainnya

Lacuna Coil (Shallow Life,2009)

shallow lifeDiawali tantangan dari salah seorang pembaca yang ingin penulis menulis tentang rock band beraliran gothic semacam Nightwish, Evanescene, Epica, dst. Terimakasih, dan penulis mulai iseng-iseng mencari dan mendapatkan material grup band beraliran gothic tsb. Sampai tiba saatnya penulis menemukan Lacuna Coil.
Band gothic rock/Alternative Rock asal Italia ini mengeluarkan album baru yang bertitel Shallow Life , dirilis pada bulan April 2009, dan penulis sungguh penasaran apa sih garis besar dari band band semacam ini.
Sebagai latar, band ini terinspirasi penampilan dan musik gothic. Dan personilnya dikenal sebagai komposer lagu dengan tempo sedang (midtempo) yang didalamnya terdapat bebunyian gitar yang disisipi bebunyian dari kibor, dan duet vokal yang kontras (vokalis cowok dan cewek) yang menghasilkan musik yang melodius. Kebanyakan dari material lagu Lacuna Coil pada saat sekarang terasa lebih tebal (pengartian dari kata heavy) dengan nada yang rendah.
Baiklah, saat tulisan ini dibuat, penulis sedang intens mendengarkan album terbaru Lacuna Coil ini (selanjutnya disingkat LC aja ya?). Diawali dengan lagu berjudul Survive yang penulis anggap sungguh menarik. Lagu ini tampaknya memang dimaksudkan sebagai pembuka yang “manis” (dalam tanda kutip, karena sebenarnya lagu ini cukup menghentak). Penulis langsung nyetel dengan lagu ini, duo vokalis dari LC saling bersahut-sahutan, dobel kick drum yang menyeruak pada bagian-bagian tertentu dan efek dari kibor sungguh membuat kepala penulis bergoyang. Bahkan anak penulis pun menyukai lagu ini. Lalu, intensitas musik sedikit diturunkan pada lagu kedua, I won’t Tell You, yang penulis pikir lebih cenderung disebut sebagai alternative rock, dan terasa agak datar dan biasa-biasa saja. Lalu intensitas kembali diturunkan pada lagu ketiga (Not Enough) yang menurut penulis sungguh “baik”.

Singel pertama dari album ini, Spellbound, dibuka dengan petikan gitar dan masuk diiringi ritem gitar dan dentingan kibor. Untuk sebagai singel awal, Spellbound termasuk lumayan tapi tidak begitu istimewa. Dialbum ini, LC menyelipkan lagu “slow” dan tenang berjudul Wide Awake dan Shallow Life. Lumayan sebagai penyegar diantara lagu-lagu yang menghentak.
Akhirnya, penulis dapat menarik garis besar dari album ini. Album ini lebih cenderung disebut berasa Alternative Rock (secara umum) dibandingkan gothic rock. Anda tahu Linkin Park? Coba bayangkan seandainya duo vokalis LC ( Christina Scabbia dan Andrea Ferro) diganti suara Chester B dan Mike Shinoda (of Linkin Park), pasti anda pikir ini adalah album Linkin Park! Apakah ini pengaruh dari produser album ini (Don Gilmore) yang telah menangani atau membesut album-album Linkin Park? Bisa jadi…

Tracklist :
- Survive
- I Won’t Tell You
- Not Enough
- I’m Not Afraid
- I Like It
- Underdog
- The Pain
- Spellbound
- Wide Awake
- The Maze
- Shallow Life
- Unchained

Untuk nilai, penulis memberi 3/5 bintang (3/5 stars), alias lumayanlah…

Personil list
Cristina Scabbia – vokal
Andrea Ferro – vokal
Cristiano “Pizza” Migliore – gitar
Marco “Maus” Biazzi – gitar
Marco Coti Zelati – bass, keyboards
Cristiano “Criz” Mozzati – drums, percussion

Sumber : wikipedia.org dan lain-lain

Salute!

Sebenarnya saya tengah membuat draft untuk tulisan berikutnya mengenai rock band “Oasis”. Tapi setelah mendapatkan album “Koil”, band rock industrial negeri sendiri, saya jadi tertarik untuk berkomentar : Salut! Ngga nyangka bahwa ada band bagus terselip di Indonesia…

Nanti saya kasih tahu resensinya, soalnya lagi asyik mendengarkan Koil…

See You Soon

(New) Guns N Roses, Chinese Democracy (2008)

Setelah tertunda-tunda sedemikian lama, akhirnya kerinduan akan Guns N Roses terobati dengan keluarnya album baru supergrup ini, Chinese Democracy (dirilis bulan November 2008). Dengan personil yang sebagian besar telah dirombak, yang hanya menyisakan ciri khas vokal dari Axl Rose, album baru ini terasa demikian berbeda.

Terus terang penulis baru mendapatkan dan mendengarkan material baru GNR baru-baru ini (sekitar pertengahan Maret 2009). Dan album ini merupakan kolaborasi “rame-rame” dari beberapa personil yang dibongkar pasang selama kurun waktu 1994 s/d 2007. Wuih…lama banget…. Dan setelah mendengarkannya secara berulang-ulang, tangan penulis menjadi gatal untuk menulis dan mengulas perihal album terbaru mereka. Dan hasilnya adalah, penulis baru nyetel pada tiga lagu awal mereka. Tercatat penulis memberi lima bintang untuk tiga lagu awal dari album ini, yaitu Chinese Democracy, Shackler’s Revenge dan Better. Di lagu lainnya (total keseluruhan 14 judul lagu), penulis belum begitu merasa nyetel. Dan ada yang unik pada lagu ke-5, yaitu If the World, yang dibuka gitar akustik ala latin, tapi vokal Axl dan beat bermain disekitar Reggae (itu lho, style musik yang dipopulerkan Bob Marley) dan Blues. Unik ataukah kebablasan? Karena (lagu ini) terasa jauh dari bayangan penulis mengenai GnR yang merupakan salah satu grup idola penulis semasa remaja (saat itu masih diperkuat sang gitaris, Slash). Pada lagu ke-6 (There was a time), penulis sebetulnya suka akan lagu ini. Tapi penulis tidak sreg dengan bagaimana cara bass, gitar, drum dan keyboard dimainkan mengiringi nyanyian Axl. Dan pada lagu Scraped, GnR terasa mencoba bermain ala GnR pada masa awalnya. Cukup oke sih, namun suara Axl koq terpeleset dibeberapa bagian lagu?

Secara garis besar pada album ini, GnR mencoba bermain dengan efek-efek dan programming (para kritisi bahkan mengatakan bahwa album ini lebih mengarah ke industrial rock, dan hal ini disanggah Axl Rose), gitaris yang seolah ingin menunjukkan ‘kehebatannya’ tak kalah dari salah satu maskot awal GnR, Slash, dan sentuhan efek orkestra yang ingin coba bermegah-megah namun gagal semegah November Rain.

Dan jujur penulis memberi penilaian 3/5 (tiga dari lima bintang). Artinya secara full album, album ini tidak mencitrakan GnR dalam kenangan penulis, tapi GnR masa kini yang bisa dibilang kurang bisa (kalau tidak bisa disebut gagal) memuaskan dahaga penggemar lama – tapi mungkin saja (bisa) memancing penggemar baru. Tapi bagaimanapun, album baru GnR ini adalah album yang paling ditunggu penggemarnya setelah sekian lama (menunggu).

album baru GnRTrack list :

1. Chinese Democracy

2. Shackler’s Revenge

3. Better

4. Street of Dream

5. If the World

6. There was a time

7. Cacther in the Rye

8. Scraped

9. Riad n’ the Bedouins

10.Sorry

11.I.R.S

12.Madagascar

13.This I Love

14.Prostitude

Personil list (sampai Maret 2009) : Axl Rose (lead vokal,keyboard), Dizzy Reed (keyboard), Tommy Stinson (bass), Chris Pitman (sub-bass,programming,keyboard), Bryan Mantia (drum), Bumblefoot (gitar), Richard Fortus (gitar), Frank Ferrer (drum), DJ Ashba (gitar, menggantikan posisi yang ditinggalkan Robin Finck)

Terlalu banyak personil, yah?

Source : wikipedia.org, www.gunsnroses.com, and others