Fase Fase dalam menikmati musik
Pembaca yang baik,
Sampai saat ini, penulis telah mengalami perubahan minat terhadap musik. Bisa dibilang ada fase-fase musik didalam perjalanan hidup penulis.
Apa pentingnya ini ditulis?
Hehehehe…. Ini bisa dibilang tidak penting sama sekali tapi bisa menjadi penting bagi anda pembaca blog ini mengapa hanya jenis musik tertentu saja yang saya review.
Oke….Baiklah…
Fase-fase tsb adalah:
1. Masa kanak-kanak ( 0 s/d 10 tahun )
Masa ini sudah jelas bahwa penulis mendengarkan musik yang telah ada/ diperdengarkan kepada penulis. Jadi tidak ada kuasa penulis untuk memilih jenis musik apa yang hendak penulis mau dengar.
Jenis musik : yang enak didengar/diperdengarkan. Bisa pop, dangdut, melayu, rock, lagu anak-anak, dst
2. Masa masa remaja (ABG) ( 10 s/d 15 tahun )
Masa ini, penulis mulai menerima semua jenis musik. Juga telah mempunyai keinginan atau kehendak hanya mendengarkan musik tertentu. Sayangnya, ketergantuangan terhadap keluarga masih membuat penulis hanya bisa memilih apa yang ada dari yang diperdengarkan.
Jenis musik : Rock, pop top 40, Minang (folks), dangdut
3. Masa peralihan (Pendidikan) ( 15 s/d 25 tahun )
Disini, pergaulan yang mulai luas membuat penulis menerima pengaruh dari teman-teman sepergaulan, bukan hanya dari keluarga saja. Disini, penulis telah mengkerucutkan minat terhadap satu jenis tertentu beserta turunannya.Juga terpengaruh jenis musik yang lagi “in” (populer) saat itu(disini penulis juga mulai mencoba-coba menciptakan lagu). Contoh : Rock mempunyai turunan seperti Alternative rock, Metal, Rap Metal, Grunge, dst. Jenis musik : Rock (terutama alternative rock) dan turunannya. Read more…
Renungan 17 Agustus 2008 Ternyata umur negara Indonesia sudah 63 tahun aja. Kalau diumur manusia tuh udah pensiun dan menikmati masa tua. Tapi negara bukan manusia. Nagara adalah kumpulan manusia yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Tapi ternyata, saat ini, terkesan kita tak mempunyai arah dan tujuan yang sama. Kita semua sibuk dengan diri masing-masing. Kita pusing dikendalikan keadaan ekonomi. Kita dimabukkan oleh masalah keamanan dilingkungan masing-masing. Kita dibuat menjadi tidak pasti dengan listrik yang byar-pet yang ngga tau kapan abis-nya. Di 17 agustus-an inilah kita seakan melupakan segala keruwetan hidup. Semua membaur dengan antusias (dan ada yang acuh tak acuh). Banyak acara yang dibuat memeriahkan hari kemerdekaan negara kita. Dan dengan swadaya dan dana apa adanya, kita gembira menikmati hari kemenangan kita. Lho? Apa hubungannya dengan Poetimusically? Tidak ada. Ini hanya bentuk unjuk kepedulian penulis. Rasanya dari 365 hari yang telah dilalui, salah satu hari yang menenangkan negara dan masyarakatnya adalah hari ini (17 agustus). Hari lainnya terasa berat, jenuh oleh rutinitas, jenuh oleh berita pembunuhan, jenuh oleh koruptor, bosan dengan keadaan, lemes dengan keadaan dirumah. Penulis tidak merdeka. Hari ini salah satu hari yang penulis merasa merdeka. Tapi bagaimanapun harapan haruslah ada. Harapan ada pada generasi baru, bukan pada generasi lama yang telah berurat berakar budayanya… At Least….. Merdeka! Merdeka!
Komentar Terakhir